Bitcoin Sudah Tidak Seperti Dulu Di Indonesia

225

Pada tahun 2017 sampai dengan 2018 harga Bitcoin/BTC membuat mayoritas para pemain trading dan saham melirik pasar tersebut. Di Indonesia sendiri lonjakan terjadi begitu tinggi pada pasar market exchange cryptocurrency.

Meski sudah disahkan oleh pihak Bank Indonesia, namun pada tahun 2019 peminat Bitcoin/BTC dan cryptocurrency nampak nya sudah mulai turun tajam. Hal ini didasari oleh banyak faktor yang membuat harga cryptocurrency menjadi turun.

Salah satu diantaranya :

Harga Jual Beli Yang Tidak Dapat Diprediksi

Harga jual dan beli cryptocurrency kini sudah tidak dapat diprediksi, bahkan arah kemana dia akan naik dan turun pun sudah tidak dapat dianalisa menggunakn analisa politik.

Naik dan Turun Yang Cepat

Harga BTC dan crytprocurrency sering mengalami kenaikan dan penurunan yang drastis, akan sangat berbeda dengan pasar index dan saham. Dimana prediksi, analisa, dan acuan indikator masih dapat menjadi patokan dalam bermain investasi berjangka.

Banyak Para Ahli Mengatakan Tidak Ada Harapan

Beberapa ahli didalam dunia cryptocurrency mengatkaan bahwa BTC dan rekan-rekannya tidak memiliki harapan lagi untuk dapat naik menyentuh harga Rp. 200 juta ke atas. Statemen inilah yang membuat pasar di Indonesia menjadi menurun drastis. Menurut BI kenaikan untuk BTC menuju angka Rp. 200 juta sepertinya tidak mungkin.

Banyak Airdrop Yang SCAM

Di sisi lain yang membuat nampak cryptocurrency mulai di tinggalkan oleh para pemainnya adalah, banyaknya airdrop yang SCAM. Para pemain yang sering disebut pemain receh mulai tidak tertarik pada dunia cryptocurrency karena dirasa tidak menguntungkan lagi.

Bagaimana tidak untuk mendapatkan uang Rp. 100 rb saja dirasa sangat sulit pada dunia cryptocurrency. Jika itu mampu pun, namun memerlukan waktu yang begitu lama.

Penolakan Regulasi Perdagangan

Banyak pihak finansial yang mengklaim melarang menggunakan virtual-currency sebagai alat pembayaran. Karena dirasa tidak aman bagi para pengguna dan penerimannya.

Pihak Facebook sendiri melarang penggunaan virual-currency dalam pembayaran iklan mereka.

Pihak BI menyatakan, bahwa sebenarnya ada resiko tinggi dalam melalukan investasi berjangka pada cryptocurrency. Dilain rasa jalur pengawasan yang kurang, tidak ada penjamin pasti terhadap mata uang cryptocurrency.

BI menghimbau semua masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati dalam melakukan investasi berjangka terhadap virutal-currency.

Comments
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com